Jumat, 21 Juli 2017

Untuk apa?

Untuk apa membahas yang telah lalu
Jika kita sudah sama-sama melangkah maju
Sepertinya hanya akan kembali membuat pilu
Kembali menumbuhkan rindu

~muhibah.m~

Selasa, 27 Juni 2017

Inginku...

Bicara dari hati ke hati itu perlu. Meskipun barangkali sudah tidak ada hati lagi.
Lewat  tulisan ini, ingin aku menyampaikan keinginan terdalam. Barangkali kamu sempat membacanya.

Ya, soal perasaan kita. Orang bilang, sebenarnya perasaan kita masih sama, sama seperti dulu. Apa iya?
Rasanya ingin aku buktikan apa kata mereka itu.
Aku ingin bicara denganmu, dari hati ke hati. Kita saling jujur dengan perasaan masing2. Apa asumsi orang harus kita iyakan atau kita klarifikasi.
Aku ingin bicara se jujur jujurnya, tanpa ada sedikitpun yang aku tutupi. Aku juga ingin mendengarmu bicara se jujur jujurnya tanpa harus ada yang disembunyikan.

Bagaimana?
Aku ingin sekali.

Tidak.. Tidak..
Kita bicara Bukan untuk menghancurkan hubunganmu dengan seseorang yg ada disampingmu sekarang.
Bukan juga untuk melanjutkan kisah kita dulu.
Tidak. Sama sekali tidak.
Hanya ingin meluruskan apa kata orang2.

Dengan bicara, kita bisa tau apa yang membuat sakit satu sama lain. Kita juga bisa menemukan jawaban atas pertanyaan2 yang kita buat sendiri karena melihat time line masing2.

Sungguh, jujur itu mendamaikan. Meskipun kadang terasa menyakitkan. Lagipula apa salahnya bicara?
Yang awalnya baik harus tetap kita jaga baik2 supaya tetap baik.

Ayok! Kita agendakan!
Kalau sudah siap, hubungi yaa..

Salam,
Bogel M
27 Juni 2017
03.03

Minggu, 25 Juni 2017

Usai Pertemuan Itu

Ketika semua orang mengatakan kamu berubah, bagiku kamu masih sama.
Aroma tubuhmu, senyummu, suaramu, pandangan matamu.
Semuanya masih sama. Tidak ada yang berubah.

Kalaupun mereka tetap memaksa mengatakan kamu berubah, barangkali hanya 1 yang aku pun sebenarnya ikut merasakan, tapi selalu berusaha aku elakkan. Duniamu. Ya, duniamu kini telah berubah. Bukan lagi tentang aku. Dan mungkin sudah tidak ada aku.

Memang berat sekali melepaskan.
Melepaskanmu bersama yang lain? Ah itu sudah pasti. Tapi aku masih bisa pura2 tegar hati.
Memang Berat sekali rasanya melepaskan. Ya, melepaskan tanganmu malam ini. Rasanya ingin tetap aku genggam dan memohonmu untuk tidak pergi lagi..

Usai pertemuan tadi,
Rasanya Seperti ada lubang, seperti ada bagian yang hilang.

Realitanya...
Aku memang harus melepaskanmu...

25 Juni 2017
Hari Raya 'Iedul Fitri
12.02

Minggu, 16 April 2017

#saveourfriends

Mungkin memang salahku yang terlalu banyak teman, jadi ruangmu dalam mencari jodoh jadi sempit. Kesana  kemari semua teman. Temanku mungkin juga temanmu.
Atau bisa  jadi mainmu yang kurang jauh jadi hanya kenal dan dekat dengan orang2 yang lagi2 hanya itu.

Sekarang  aku cari aman saja, berteman dengan  ibu-ibu. Ada yang bersuami ada juga  yang single parent. Eh ada juga yang benar2 single. Yang terakhir itu tetap bukan seleramu kan?
Ahhh bukankah dulu juga aku mengira semua temanku bukan seleramu?
Duh kok jadi aku yang merasa kehabisan ruang dalam berteman?

Jadi teringat dulu.. Bagaimana aku mengenalmu pertama kali.
Saat itu aku juga harus  bermasalah dengan temanku sendiri.
Jadi..  Kamu ini sebenarnya apa? Atau siapa?
Penguji pertemanan orang? Puh!
Untuk apa? Puh!

Memang...
Aku tau  tidak adil jika aku membatasi ruangmu dalam menjemput takdirmu sendiri. Memangnya dunia ini hanya milikku? Hah. Tentu tidak.
Tidak ada yg tau siapa jodohmu. Mungkin temanku? Temanmu? Atau aku?
Entah.. Aku tidak tau.

Sebagai dua orang yang pernah menyayangi, dan mungkin belum bisa saling melupakan.
Aku yakin, kamu pun tidak ingin jika aku tiba-tiba dekat dengan teman-temanmu. Apalagi sampai membuat cerita baru. Tidak ada yang tau siapa jodohku.
Mungkin temanmu? Temanku? Atau kamu. Entah.. Aku tidak tahu.

Tapi dengan siapapun nanti kita akan memulai cerita baru, Ku harap kita akan jatuh cinta tanpa menjatuhkan harapan satu sama lain. Kita akan bahagia tanpa membuat sedih satu sama lain. Dan kita akan mencinta tanpa membenci satu sama lain. Dan.... tanpa membuat orang lain demikian.
#saveourfriends

Dermasandi, 16 April 2017

Sabtu, 08 April 2017

Kantuk dan Rindu

Merindukanmu itu sama seperti mengantuk. Kalau ditahan aku akan sakit. Tapi kalau dituruti akan membuatku melupakan pekerjaan yang masih tertumpuk di meja, melupakan cucian yang masih menumpuk di belakang, melupakan tujuanku hari ini bahkan melalaikan ibadahku.

Tapi...
seperti yang kamu tahu, rasa kantuk akan hilang sewaktu-waktu pun selalu datang disaat tertentu. Akan terlupa saat aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku, akan terasa saat aku hanya duduk atau berbaring sembari bermain gadget atau hanya memandang langit-langit kamar, terlebih jika malam menjelang. Namun tak jarang datang siang-siang bahkan saat sedang malukakan pekerjaan, seperti sekarang, aku mengantuk - Juga merindukanmu.

Ditulis di Dukuhjati Wetan, 9 April 2017

Jumat, 07 April 2017

Terlalu jauh

Aku kira rinduku telah habis
Aku pikir rasaku telah usai
Ternyata aku salah,
Malam ini, mereka hadir bersamaan dengan mimpiku tentangmu.
Ada ibumu, kamu, dan rumahmu
Mungkin ini hanya sepotong mimpi tanpa makna
Tapi seolah kembali melambungkan harapan yang sudah berusaha aku lupakan.

Karena mimpi itu,
Malamku kembali dibisingkan dengan sepinya rindu
Anganku kembali ditinggikan dengan harapan yang justru semakin membumi.
Sekarang sudah terlalu jauh.

Dermasandi, 7 Maret 2017

Kamis, 06 April 2017

"AKU"

Bukankah menyenangkan memiliki seorang "AKU" Yang pandai menuliskan ratusan kalimat. Kalimat bermakna sangat sederhana. Orang lain biasa menulisnya hanya dengan 2 kata, "Aku Merindukanmu".

Mungkin seorang AKU terdengar terlalu berlebihan. Tapi kamu akan merasa kehilangan ketika huruf-hurufnya tiba-tiba menguap entah kemana. Atau masih tertulis, tapi kamu merasa hambar ketika membacanya. Karena rindunya bukan lagi tentang kamu.

Dermasandi, 12 Maret 2017